D

DRAWING

Mungkin cara paling ideal dimana seorang arsitek dapat mendekati tindakan menggambar adalah tidak menyadari bahwa dia benar-benar melakukannya.”

Peter Cook

    Drawing atau gambar adalah `disegno` dalam bahasa Italinya yang berarti desain. Bagi arsitek, meng[gambar] / men[desain] memiliki dua arti, pertama sebagai kata kerja, menggambar memiliki dimensi dalam aktivitasnya untuk mempersiapkan instruksi dalam membuat objek atau bangunan. Kedua, sebagai kata benda, yang bisa berarti instruksi – yang secara khusus berupa gambar – atau karya hasil penerapan instruksi tersebut. Ini menunjukan bahwa menggambar mengimplikasikan hubungan antara ide dan benda. Bagi arsitek, menggambar adalah proses berpikir dan berproses, sebagai contoh: membuat sketsa dengan tangan diatas kertas tanpa memiliki bentuk contoh yang sudah ditentukan sebelumnya, sering menjadi batu loncatan untuk hipotesis baru. Melalui hipotesis inilah nilai spekulatif keruangan dapat dimunculkan dalam gambar-gambar yang dihasilkan.

     Cara kerja dan berpikir tentang gambar dalam dunia akademik dan praktik memiliki status berbeda, dimana dalam dunia akademik, gambar bukan hanya sebagai repositori (kumpulan paket) informasi atau instruksi, tetapi adalah alat eksplorasi utama dalam mengembangkan ide-ide arsitekturalnya. Hugh Ferris dalam buku The Bartlett – 175 Years of Architectural Education at UCL, mengatakan bahwa sebuah sekolah (sebagai bagian dunia akademik) harus memberikan kesempatan untuk siswanya untuk berspekulasi dan mengajukan gagasan melalui gambar, karena banyaknya tingkatan ide di dunia sekitar kita. Hasilnya adalah hubungan yang berbeda antara menggambar dan konten, karena gambar dapat menjadi 'pendukung arsitektur yang dirancang'. Ini bisa menjadi titik penting atau bagian dari proses meruang, atau bahkan berdiri sedikit di luar proses tetapi bertindak sebagai cermin atau lensa dalam proses kreativitasnya. Dalam formulasi ini, gambar adalah bagian integral dari budaya arsitektur, memiliki banyak peran dalam proses mencipta. Karakter yang lebih kaya dan canggih yang diperoleh melalui gambar akan membawa bentuk-bentuk pengakuan baru, serta pada titik bersamaan mengejar gambar yang ‘asli’ bukan yang ‘benar’. 

    Dalam Pameran Virtual ini, serangkaian gambar ‘cantik’ dan ‘mewah’ yang menggambarkan visi keruangan dari ‘ide tempat ketiga’ telah coba diungkapkan melalui kualitas spekulatif dari esensi menggambar. Dalam gambar-gambar yang tersaji terlihat bahwa gambar telah digunakan sebagai cara berproses, berpikir dan berhipotesis, serta yang lebih menarik lagi,  gambar telah digunakan sebagai sebuah alat yang inovatif terkadang provokatif. Banyak karya yang mencoba menempatkan gambar sebagai alat untuk menyampaikan pesan keruangan dan menegosiasikan proposal keruangan tempat ketiga dalam gambar-gambar diagram yang kompleks. Melihat semua ini, terkadang timbul pertanyaan apakah gambar-gambar ini memenuhi tuntutan arsitektur atau hanya sebagai kegiatan artistik, dimana keutamaan gambar sebagai alat yang membantu menjembatani antara ide dan bangunan tidaklah terlalu penting. Ketika gambar dalam posisi seperti ini, menurut Peter Cook  gambar dan menggambar akan memicu kesadaran, cara berpikir, motif serta semangat  berkreasi yang muncul secara alami. Gambar-gambar dalam pameran ini telah menjadi semacam ‘selebrasi’ ide-ide spekulatif sebagai hipotesis baru dalam menjawab tantangan imajinasi tempat ketiga yang telah dirancang.

TARUMANAGARA

BEST ARCHITECTURE FINAL PROJECTS

logo-untar-1.png