6 TEMA UNTUK `YOUNG BLOOD` TARUMANAGARA

 Ir. Agustinus Sutanto, M.Arch., M.Sc., PhD.

( Kurator )

Ray Oldenburg dalam konsepnya tentang Third Place mengungkapkan bahwa tempat pertama itu adalah rumah, tempat kedua adalah kantor, dan kita membutuhkan tempat ketiga sebagai ruang alternatif. Tempat ketiga penting bagi masyarakat sipil dalam keterlibatannya untuk membangun ruang dialog serta perasaan tempat melalui nilai sosial interaksi yang tinggi di dalamnya.  Maka, tempat ketiga adalah "jangkar" kehidupan komunitas yang memfasilitasi dan mendorong interaksi yang lebih luas dan lebih kreatif. Visi dari tempat ketiga dalam STUPA 8 ini adalah (a) mendesain bangunan yang memberikan rasa hormat kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog yang terbuka bagi banyak orang, (b) membangun oposisi otentik dan mengusulkan nilai kritis keruangan yang berkaitan dengan program arsitektur yang dapat menjawab kebutuhan kota, (c) logosentrisme arsitektur yang dimunculkan tidak lagi berfokus kebutuhan pragmatis keruangan tetapi memberikan ruang baru bagi berkembangnya originalitas sosial interaksi masyarakat.

Beberapa pertanyaan penting dapat diajukan sehubungan dari diskursus tempat ketiga: Bagaimana cara arsitektur menjawab tantangan dari social problem yang dihadapi? Dapatkah arsitektur berakar pada komunitas, pengalaman sosial, identitas, dan keterbukaan? Dapatkah arsitektur menjadi `sangat berdialog` dengan membuka diri sebagai `ruang untuk semua`? Program aktifitas seperti apakah yang dapat menjawab kebutuhan tempat ketiga? Melalui rangkaian Pameran Arsitektur Virtual - Public Expose STUPA 8: The Young Blood Tarumanagara. Ada enam tema yang saya anggap penting serta telah dimunculkan dalam karya arsitek `Young Blood` Tarumanagara, yaitu: 1. Drawing  2. Telesis  3. Urbanism  4. Openness  5. Program  6. Narrative.

 Third Place adalah isu sentral yang dipilih menjadi soal dalam Studio Tugas Akhir STUPA 8-29 (Tahun ajaran semester genap 2019 - 2020). Fokus yang ditekankan dari isu ini adalah: “Bagaimana arsitektur dapat berperan dalam mengangkat kembali kebutuhan hakiki manusia dalam kehidupan sosialnya“. Proposal desain yang diajukan oleh para peserta STUPA 8 adalah membuat antithesis berdasarkan pada tantangan utama modernitas yaitu masalah perencanaan, perumahan, produksi massal dan industrialisasi. Ambisinya adalah  menuju kepada sebuah tatanan keruangan baru, yaitu tidak mungkin lagi memahami realitas melalui konstruksi atau representasi konseptual tunggal, seperti dalam konsep universal modernitas. Dunia sekarang menjadi sangat cepat dan beragam, penuh dengan kompleksitas keruangan dan banyak sejarah baru tercipta. Juhani Pallasmaa mengungkapkan bahwa “Dalam era millennium, sejarah universal menjadi tidak mungkin, karena sejarah telah terurai menjadi banyak sejarah yang heterogen dan alternatif. Modernitas telah kehilangan kredibilitas karena karena banyak sejarah alternatif telah diungkapkan dalam menjawab tantangan kehidupan baru.” Arsitektur sebagai bagian dari peradaban sejarah manusia, memiliki kesempatan untuk mengusulkan alternatif keruangan lainnya. Ini penting, sebagai bagian membangun sejarah keruangan baru - ruang baru tersebut adalah third place atau tempat ketiga, sebuah tempat yang jauh dari `hiruk-pikuk` modernitas.

DRAWING

TELESIS

URBANISM

OPENNESS

PROGRAM

NARRATIVE

REFERENSI

  • Coates, Nigel. (2012). Narrative Architecture: Architectural Design Primer. John Wiley & Sons.

  • Cook, Peter (2014), Drawings :  The Motive Force of Architecture, by John Wiley & Sons, Ltd, UK

  • Harvey, David The Condition of Postmodernity. Cambridge, Mass: Blackwell, 1990

  • Lefebvre, Henri (1991), The Production of Space, Blackwell publishers Ltd., UK

  • Oldenburg, Ray. (1998). The Great Good Place: Cafes, Coffee Shops, Bookstores, Bars, Hair Salons, and Other Hangouts at the Heart of a Community. Marlowe.

  • Pallasmaa, Juhani (1994) , Six themes for the next millennium, The Architectural Review. 

  • Papanek, Victor (1985), Design for the Real World, Academy Chicago, Chicago

  • Sutanto, Agustinus (2020), Peta Metode Desain, E-Book, terbit Juni 2020

  • Sutanto, Agustinus (2020), TulisanKU adalah GambarKu, E-Book, terbit April 2020

  • The Bartlett – 175 Years of Architectural Education at UCL (2016), The Bartlett School of Architecture, UK

  • Tschumi, B. (1994). Architecture and Disjunction. MIT Press.

  • 2 Architects 10 Questions on Program Rem Koolhaas + Bernard Tschumi (tanpa tahun),  Questions written by Ana Miljacki, Amanda Reeser Lawrence, and Ashley Schafer.

        http://www.anamiljacki.com/wp-content/content/Article_Praxis8.pdf

TARUMANAGARA

BEST ARCHITECTURE FINAL PROJECTS

© Public Expose Tarumanagara 8.29