N

NARRATIVE

Cara terbaik untuk benar-benar memahami seni naratif adalah dengan mengalaminya.

George Lucas

     Ilmu arsitektur telah lama dikaitkan dengan ilmu linguistik. Kemampuan ruang untuk menyampaikan makna melalui komponen-komponennya dianggap sejalan dengan kemampuan kalimat bahkan naskah menyampaikan cerita melalui frasa-frasanya. Pengalaman manusia dalam suatu ruang tidak dapat dilepaskan dari persepsi yang ditangkap setelahnya. Mengutip Nigel Coates: “Bahkan bangunan paling buruk pun mengungkapkan sesuatu dari budaya yang membuatnya, kesalahan disana untuk dilihat dan menjadi pembelajaran bagi semua orang. "Mengalami ruang dan ‘membaca’ ceritanya menjadi sebuah proses yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Disinilah sebuah narasi tentang arsitektur dibutuhkan. Jonathan Hill dan Jane Hill Rendell mengungkapkan bahwa menambahkan dimensi lain pada narasi dalam arsitektur, akan dapat dapat masuk ke dalam hubungan yang bermanfaat dengan desain. Kombinasi antara teks dan gambar dapat memperluas rentang imajinatif dan emosional. Menulis cerita tentang bangunan juga dapat membimbing seseorang melalui ruang-ruang yang murni dibayangkan.

     Dalam pekerjaan merancang, secara sadar dibutuhkan keahlian untuk ‘membaca’ konteks dan ‘menuliskan’ ruang. ‘Membaca’ konteks berarti sadar akan keberadaan setiap elemen yang ada dan memahami peran dan signifikansinya. Sedangkan ‘menuliskan’ ruang berarti berarti membangun cerita di dalam ruang tersebut, dari lingkup yang terbesar hingga yang terkecil, dari lapisan yang tidak terlihat hingga dimensi yang bersentuhan dengan penggunanya. Dengan melakukan kedua hal ini, perancang dapat membangun sebuah kisah yang utuh dan menyeluruh melalui ruang yang diciptakannya.

        Melalui karya-karya STUPA 8 ini, setiap narasi yang disajikan telah menambahkan lapisan kedalaman baru yang paralel dengan spasialitas sebuah karya arsitektur. Karakter linear pada fungsi narasi larut dalam dimensi spasial yang bercampur dengan dimensi waktu. Sifat naratif mengindikasikan adanya makna lain dari sebuah objek disamping dari pada fungsinya; ada sebuah bagian yang hendak ‘diceritakan’ dengan keberadaannya. Narasi dalam karya tempat ketiga ini telah dibangun dan dipahami dalam banyak cara. Bentuk narasi sangat bervariasi, bisa jadi deskripsi kecil dari adegan keruangan yang sederhana, sementara itu juga bisa menjadi cerita yang menarik dan lengkap dan kompleks. Narasinya juga berlapis-lapis, dan berkisar dari citra tempat atau hanya adegan paling sederhana dari kehidupan sehari-hari orang saat berinteraksi. Narasi yang ditawarkan berwawasan ke depan, membangun masa depan melalui cerita serta bermain dalam skenario, juga melalui deskriptif deskriptif - representasi yang mengungkap kehidupan keruangan dan sosial di kota.

 

Selamat menikmati Pameran Virtual Arsitektur: The Young Blood Tarumanagara

TARUMANAGARA

BEST ARCHITECTURE FINAL PROJECTS

logo-untar-1.png