KARTU NAMA RULIANA.jpg

        Wijaya Kusuma Playscape merupakan third place yang dihadirkan pada Kelurahan Wijaya Kusuma dengan menggunakan media bermain untuk menyatukan dua golongan sosial yang selama ini kurang berinteraksi. Berdasarkan teori Moritz bahwa bermain dapat melepas penat setelah lelah bekerja maupun teori Herbert Spencer yang menyatakan kebutuhan bermain bagi anak untuk melepas energinya yang berlebih. Selain itu bermain juga dapat memicu terjadinya interaksi sosial.

      Kelurahan yang berlokasi di Kecamatan Grogol Petamburan ini didominasi hunian (first place) tetapi juga memiliki jumlah sekolah (second place) terbanyak dalam satu kecamatan maka proyek ini sebagai third place juga menjadi wadah pendidikan nonformal yang tidak didapatkan di first place maupun second place.  

            Menggunakan konsep rumah pohon karena rumah pohon dapat menjadi daya tarik bagi anak-anak maupun orang dewasa sehingga dapat menghadirkan suasana playful. Dengan konsep rumah pohon ini juga level ground menjadi lebih terbuka untuk publik dan mempermudah terjadinya permeabilitas. Wijaya Kusuma Playscape hadir menjadi tempat berkumpul, berinteraksi, bermain, dan belajar di Kelurahan Wijaya Kusuma.

WIJAYA KUSUMA PLAYSCAPE

Wijaya Kusuma Playscape
Wijaya Kusuma Playscape
Design Process
Design Process
Eksterior Wijaya Kusuma Playscape
Eksterior Wijaya Kusuma Playscape

Fasilitator utama: 

Maria Veronica Gandha, S.T., M.Arch.

Fasilitator pendamping:

Suwardana Winata, S.T., M.Arch.

Ir. Petrus Rudy Kasimun, M.Ars.

Ir. Franky Liauw, M.T.

TARUMANAGARA

BEST ARCHITECTURE FINAL PROJECTS

logo-untar-1.png