U

URBANISM

"Kota-kota memiliki kemampuan menyediakan sesuatu untuk semua orang, hanya karena, 

dan hanya ketika, mereka diciptakan oleh semua orang."

Jane Jacobs

     Apa itu Kota? Dalam pandangan saya sebuah kota dapat dilihat melalui empat cara; Pertama adalah secara Fisik (physically) sebuah kota tumbuh dan bekembang, sedikit demi sedikit (bit by bit) dari sesuatu yang sederhana menjadi kompleks melalui hubungan bangunan dan jaringan infrastruktur kotanya serta membangun kompleksitas didalamnya. Kedua adalah secara Mental (mentally), kota adalah sebuah arena dari emosi, air mata, penghianatan, percintaan, ketakutan, dll yang membangun pengalaman, memori serta psikologi bagi para penghuni kotanya. Ketiga adalah secara Sosial (socially), sebuah tempat yang menjadi panggung untuk penduduknya melakukan interaksi sosial serta panggung terbuka untuk mengekspresikan hubungan sosial dengan berbagai kelas. Keempat adalah Kehidupan Mesin (living machine), sebuah tempat yang dilingkupi teknologi komputer yang membangun jaringan virtual, kehidupan online (living online) serta medium digital dan elektronik untuk warganya beradaptasi dengan peradaban robotik. Kelima adalah Manusia (people) adalah agen dan aktor yang berperan mengisi, mengalami, melakukan dan menjalani keempat cara diatas, sebagai rangkaian struktur keruangan yang komprehensif untuk menjawab definisi sebuah kota.

      Meminjam kutipan dari Leone Battista Alberti, kota adalah sebuah rumah besar yang didalamnya ada rumah-rumah kecil serta dalam rumah kecil itu ada elemen-elemen pengisi, seperti: pintu, jendela, lantai dinding atap. Bila elemen-elemen kecil ini dihilangkan, apakah rumah besar ini tetap menjadi sebuah kota? Untuk mempelajari sebuah kota, kita harus pula mempelajari elemen-elemen pembentuknya, walaupun kecil, setiap elemen memiliki kontribusi dari seluruh struktur yang ada. Kota adalah sebuah struktur kompleks dinamis dimana setiap bagiannya memiliki peran dalam jaringan sistem kota secara keseluruhannya (part and whole relationship). Kota dengan segala atributnya adalah ruang yang kita tempati, lalui, nikmati serta kritisi, sehingga pasang-surutnya sebuah kota sangat tergantung banyak hal-hal. Sebuah kota adalah sebuah jaringan kehidupan, oleh karenanya, seluruh hubungan yang terbentuk akan memberikan berbagai kemungkinan untuk tumbuhnya sebuah kota, salah satunya elemen kota yang ada adalah hubungan manusia dalam tempat ketiga. 

      Dalam karya-karya yang akan anda lewati, konsep urbanism coba dimengerti sebagai sebuah cara melihat bagaimana kota berinteraksi dalam lingkungan binaan. Urbs + Civitas merupakan tatakan awal dari banyak desain yang dilakukan dalam STUPA 8 ini. Urbs adalah mengacu pada ukuran kota dan civitas adalah berhubungan dengan warga kota. Desain-desain yang disajikan adalah membangun tempat ketiga dalam ukuran skala komunitas (neighbourhood) tetapi dengan tetap memberikan kemungkinan kepada warga lain (diluar komunitas) untuk dapat menikmati tempat ini. Ukuran sebagai sebuah skala dan warga sebagai pengisi dan pengguna ruang, membentuk proporsi keruangan yang ideal sebagai tempat ketiga. Tempat ketiga yang dirancang telah bertautan dengan  seperangkat persepsi terhadap kualitas spatial yang ada, misalnya, seseorang dapat berjalan, berdiskusi, berdialog, atau bercengkrama dengan penuh kegembiraan dan kemudian pulang dengan kenangan yang indah tentang hidup berkota. Sebuah kota yang hidup adalah sebuah kota yang dapat memberikan rasa gembira bagi penghuninya.

TARUMANAGARA

BEST ARCHITECTURE FINAL PROJECTS

logo-untar-1.png