poster green in between.jpg
kartu nama vincent2.jpg

      Mengapa orang yang tinggal di desa dengan orang yang tinggal di kota yang padat cenderung memiliki psikologi yang berbeda? Masyarakat yang tinggal di kota yang padat memiliki kecenderungan hidup secara menyendiri berbeda dengan orang yang tinggal di desa. Kemayoran sebagai kawasan di sekitar tapak proyek merupakan salah satu kawasan paling padat akan perumahan baik vertikal maupun horizontal yang ada di Jakarta, serta kecenderungan masyarakat untuk hidup menyendiri sangat tinggi di kawasan ini. Sebagai contohnya, sesama penghuni apartemen di lantai yang sama belum tentu saling mengenal satu sama lain. Terlebih lagi tidak adanya interaksi antara penghuni rumah vertikal dengan penghuni rumah horizontal di sekitar kawasan. Maka dari itu, untuk menjawab sebuah third place dengan permasalahan yang ada di sekitar kawasan tapak, dibutuhkan sebuah ruang yang dapat mengubah psikologi dan cara berpikir orang yang tinggal di sekitar kawasan tapak yang terkenal dengan pemukiman yang padat.

    Visi dari proyek ini adalah mengubah psikologi penghuni sekitar kawasan yang sudah terpengaruhi oleh kehidupan di kota yang padat. Maka dari itu, proyek ini berorientasi pada cara membuat pengunjung dapat melupakan kehidupan kota yang padat ketika menghampiri tapak. Tidak hanya menyediakan tempat untuk berkumpul, namun proyek ini juga memikirkan bagaimana cara membuat orang dapat mengitari kawasan tapak dengan cara yang natural serta memanfaatkan penggunaan ramp serta perbedaan peil tanah sebagai salah satu cara untuk merangsang hormon sehingga orang di dalam tapak dapat lebih mudah berkomunikasi.

GREEN IN BETWEEN

Design Method
Design Method
Facade & Section
Facade & Section
Exploded
Exploded
3D
3D

Fasilitator utama: 

Denny Husin, S.T., M.A., H&U.

Fasilitator pendamping:

Ir. Budi A. Sukada, GradHonsDip (AA), IAI.

Ir. Agustinus Sutanto, M.Arch., M.Sc., PhD.

Dr. Ir. Fermanto Lianto, M.T.

TARUMANAGARA

BEST ARCHITECTURE FINAL PROJECTS

logo-untar-1.png